Jumat, 19 Agustus 2011

alay = fase ke-5 tahap pendewasaan

kL1@nd izZa bCa tuLi5aNd n! gG@ ??
atOw eaNg B3g1n! ??
pusing kan ? sama -___- 

Alay adalah sebuah istilah yang merujuk pada sebuah fenomena perilaku remaja di Indonesia. "Alay" merupakan singkatan dari "anak layangan." Istilah ini merupakan stereotipe yang menggambarkan gaya hidup norak atau kampungan. Selain itu, alay merujuk pada gaya yang dianggap berlebihan dan selalu berusaha menarik perhatian. Seseorang yang dikategorikan alay umumnya memiliki perilaku unik dalam hal bahasa dan gaya hidup. Dalam gaya bahasa, terutama bahasa tulis, alay merujuk pada kesenangan remaja menggabungkan huruf besar-huruf kecil, menggabungkan huruf dengan angka dan simbol, atau menyingkat secara berlebihan. Biasanya gaya alay diterapkan di berbagai aspek kehidupan remaja, di social network misalnya, kayak facebook, twitter, sampai bahasa sms, foto dengan bibirnya manyun, atau naruh jari telunjuk di bibir, dan banyak juga istilah  temennya alay : kayak galau atau penggalauan dan yang lebih miris ababil (ABG labil, alamaak -__-)
ex :
aEe l3hh naL ??
maacih, follback eaah \m/
aQkuwH caiiAn9z b3udtZ cam@ aMmuwh
cemunguudth ^^
----------oo------------
Kurang lebih kayak gitu lah (sumpah, puyeng nulisnya !!) yang aku dapet di berbagai media, kita sering ngolok-olok orang lain atau sok gaya yang bilang "alay loe !". Tanpa kita sadari, alay merupakan salah satu fase pertumbuhan manusia menuju kedewasaan, jadi gini : lahir - bayi - balita - remaja - @LayY - dewasa (raditya dika), tidak bisa dipungkiri kita juga mengalaminya, jadi jangan sombong dan jangan sok bener. Aku sendiri ngakuin kalau aku juga (pernah) alay tapi ngga berlebihan lah (loh). Se-alay - alaynya kebiasaan yang aku sebutin di atas yang ngelakuin tetep manusia juga, mungkin cara pandang mereka saja yang berlebihan hehe :D
Jangan salah loh fenomena layaknya alay juga terjadi di Filipina namanya jejemon, hahahahhah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ask me anything don't ask me everything :)